Hai diary.
Malam ini sunggu luar biasa hatiku dipenuhi rasa yg begitu bergejolak,
Bahagia, haru dan menyakitkan sekali
Tak pernah ada niat untuk ambil hati sedikitpun
Dan tak pernah ada niat untuk bisa seperti ini

Dear sungguh bersama itu memang menyakitkan, aku akui itu
Saat ini benar benar membuatku muak dan hanya bisa bersabar :')
Kukira perasaan ini beda
Kukira semua ini beda
Kukira apapun yg aku lakukan itu tak pernah pakai hati, ternyata salah
aku lakukan semua ini atas dasar kemauan hatiku yg tak kusadari.
Yaa rabb kisah yg ini tak ku ulangi tapi kisah ini aku yg mulai,
Aku benar benar menyesal
Melibatkan mu dlm urusan dalam hatiku,
Aku menyesal, dan aku minta maaf
Sungguh minta maaf
Bukan karna hatiku kini yg terlukai untuk kesekian kalinya, tapi karena otakku yg tak bisa menghentikan langkah hatiku akan berlabuh pada siapa.
Ku kira cinta itu rendom,
Nyatanya lebih kejam dari rendom:)

Bodohnya aku yg selalu memecahkan hatiku karna seseorang, dan akupun sering memungut serpihan pecahan itu hingga kini pecahan itu benar benar seperti abu yg hilang diterpa angin,
dan tak bisa kusatukan kembali, kecuali melahirkan hati yg baru

Masa depan.
Ya masa yang akan datang,
tahun tahun yg menunggu untuk disinggahi oleh manusia dan mahluk lainnya,
Masa depan,
apa kita bisa memprediksi kita akan berada di masa depan?
apa kita bisa mempercepat masa depan menjadi hari ini, hari esok atau minggu yang akan datang?

Kenapa harus masa depan yg menjadi topik alasan basi yg kau buat?
percuma saja, jika kau tak mau katakan saja
aku tak pernah bisa memaksakan kehendakmu,
Coba berfikir, jika tiba-tiba nyawaku atau nyawamu hilang begitu saja,
apa kamu masi mau menunggu masa depan?
apa kamu masi ingin tetap pada pendirianmu yg dengan cara ini kamu bisa menjauh dariku
karna ada masa depan?

Waktu, apa kamu mau menyalahkan waktu juga?
"Belum tepat waktunya"
belum tepat apa yg kau maksud?
bicaralah dengan mulut dan perasaanmu sendiri,
bukan dengan apa yg kau kehendaki, bisa saja
apa yg kamu kehendaki lain dari apa yg kamu rasakan.

Benci aku disaat seperti ini,
benci aku disaat, tak memiliki keberanian untuk menanyakan apa yg tidak pasti.
benci aku disaat ku harus menunggu,
benci aku disaat rinduku membeku sehingga,
seluruhnya mati hanya karena rindu yg tak berbalas.
benci aku memiliki perasaan seperti ini!!
benci aku harus mengulang kisah yang selalu membuatku sakit yg tiada tara!!
Tepuruk tiada dalam kamusku
selalu mencoba punya Harapan
Hari berlalu, datang rintangan baru
Berikan senyuman kepada semua tantangan

Inilah sekilas tentang kamus hidupku
jalan berliku takan ciutkan nyaliku
Boleh saja kita kalah sesaat
ambil hikmah untuk menang seterusnya
Bernyanyi, berdoa dan terus mencoba
sembuhkan semua luka

Lirik Sheila on7 Kamus Hidupku
Kisah ini terlalu berat terasa dipundakku,
aku tau kenal juga terlalu berat dibahuku
Cobalah jangan pernah meratapi keadaan,
dan jangan pernah menyerah pada keadaan busuk ini
apapun yang akan terjadi,
takkan pernah aku selsali!!
bila menyalani semua denganmu 
bila memahami semua denganmu
takkan pernah menyesal :')
takkan pernah menyesal :')

Lelah sekali malam yg penuh dengan berjuta amalan yg sedang mencari pahala untuk diberikan pd Manusia.
Lelah sekali menanti bukan mencari
Lelah untuk selalu diabaikan.

Wanita yg sempurna dimata Manusia
Belum tentu sempurna dimata Allah. Wanita yg selalu menanti kehadirannya disuatu saat nanti,

Wanita yg sedang memperbaiki kehidupannya,
Wanita yg sesang memperbaiki akhlaknya,
Wanita yg selalu ingin menjadi yg terbaik untuk dimasa yg akan datang,
Bagai bumi yang membutuhkan langit untuk menetap.
Seperti itulah wanita yang sedang menanti itu.

Tapi dalam kenyataan lebih sulit, dari pada tulisan yg ditulis dengan kelembutan dan syair yg menyejukan hati.
Menanti itu lelah sekali karena tujuan yg engkau raih itu bukanlah apa apa jika tidak sambil meminta mohon pada pemberi harapan.

Ya mungkin dalam hal ini disituasikan pada pilihanya berbeda jauh

Ketika kau telah bisikan kata cinta
Ketika kau telah percikan rasa sayang
Semua itu akan mustahil terwujud jika kita tak seirama, searah, dan tak satu tujuan.
Beberapa kali aku harus berfikir dan mencoba untuk memahamimu,
Tetap saja hasil yg ku dapat berkali kali selalu salah.
Jadi bgaimana aku bisa tenang?
Jika hatiku masih terbuka, dan belum kau kunci.
Sempat terlintas kebahagiaan dalam hidupku tapi seketika lagi cepat menghilang dan itu
Sering terjadi sampai sampai capek menunggu dan lelah menanti,
Ini adalah hal yg paling membuatku kesal dlm situasi ini,
Situasi yang pada akhirnya harus memilih siapa yg harus ku pilih.
                Dan ketika aku memilih, ternyata pilihanku tak sekonsisten yg ku inginkan, memberi kepastian sedikitpun tidak, Sebenarnya jika boleh kucurahkan hati disini. Hati ini tlah lelah memilih, hati ini tlah menerima terlalu banyak kesakitan sehingga jika ada penggantinya hati ini belum menerima sepenuhnya. Aku memilih dengan kemampuanku dan perasaanku, yaAllah jika ia bukanlah pilihanku tolong berikan petunjukmu, yaAllah jika bukan ia yg menjadi pilihanku lalu siapa yg pantas menjadi pilihanku.
Dan jika aku terlalu berharap atas apa yg ku inginkan, apakah yg kupilih sekarang memiliki harapan yg sama?
Yarabbii..
Air mata ini malu jika selalu dikeluarkan untuk seseorang yg tak mengeluarkan air matanya untukku,
Air mata yg menetes bukan air mata yg mampu menghapus kesedihan, tapi air mata ini adalah harapan yg kuharapkan ketika ku meneteskan air mata ini untuknya.

Kumohon jangan buat aku menangis kembali.
dulu sempat hancur hati ini,
Dan kumohon jangan hancurkan lagi menjadi serpihan debu,
Yang tadinya kepingan debu.
Akupun sama memiliki kerinduan yang sangat amat besar,
Tapi hatiku masih dalam keadaan luka berat
Dan belum bisa menerima apapun mengenai dirimu
Terlalu tajam tusukan pedang yg kau tebas
Dan mengenang luka besar didalamnya.


Tak mengapa jika aku harus menangis..
Tak mengapa jika aku harus dapat membiasakan diri kembali..
Tak mengapa jika aku harus memendamnya kembali..
Dalam hal ini membuat naluri hatiku  semakin kian mengecil
Ketika menyimpan sebuah harapan kecil dalam diam,
Yang hanya berdoa pada Allah..
Untuk dapat memadamkan hati yang bergejolak tinggi akan keabadian
Sebuah kenangan yang pahit.
Masa depan di matamu..
Masa depan di tanganmu..
Masa depan menanti kehadiranmu..
Hadirnya tulisan ini membuatku berfikir betapa
Istimewanya dirimu ketika kunantikan dalam ridhaNya
Istimewa dalam dirimu takkan mugkin ku cari kembali
Yang ku temukan dalam keistimewanya dirimu adalah,
Dirimu akan selalu hadir dalam khayalanku
yang entah mengapa Aku percaya atau tidak
Bahwa, Ini nyata atau tidak